Yohannes Christian John, atau lebih
dikenal sebagai Chris John adalah seorang petinju Indonesia. Ia tercatat
sebagai petinju Indonesia kelima yang berhasil meraih gelar juara
dunia, setelah Ellyas Pical, Nico Thomas, Ajib Albarado dan Suwito
Lagola. Pada tahun 1988, Chris John terjun ke dunia tinju profesional,
dalam debut melawan Firman Kanda. Saat itu Chris John menang angka
dalam pertandingan 6 ronde.
Masa kecil
Chris John merupakan putra kedua dari empat
bersaudara dari pasangan Johan Tjahjadi (alias Tjia Foek Sem) dan Maria
Warsini. Ayah Chris John, Johan Tjahjadi yang mantan petinju amatir,
melatih Chris John dan adiknya Adrian sejak mereka masih berusia dini,
sekitar usia 5 tahun. Setelah bertanding dalam beberapa kejuaraan amatir
di Banjarnegara, Chris John kemudian direkrut oleh pelatih tinju
kenamaan, Sutan Rambing, di Semarang.

Awal karier
Chris John kemudian terjun ke dunia tinju
profesional pada tahun 1998 dalam debut melawan Firman Kanda. Saat itu
Chris John menang angka dalam pertandingan 6 ronde. Namanya kemudian
melesat bagai meteor saat dia berhasil mengkanvaskan petinju idola saat
itu, Muhammad Alfaridzi, dalam pertandingan menegangkan selama 12 ronde.
Chris John sempat terkena knockdown dua kali di ronde pertama, tapi dia
berhasil membalikkan situasi dengan memukul KO Alfaridzi pada ronde
ke-12, sekaligus merebut gelar juara nasional kelas bulu. Menurut
pengakuan Chris John, kondisinya sangat buruk saat itu, dan dia
mengalami benturan kepala karena vertigo.
Setelah beberapa kali
bertanding dalam perebutan gelar nasional, Chris John berhasil
menundukkan rekan senegaranya Soleh Sundava pada tahun 2001 untuk
merebut gelar PABA kelas bulu.
Kejuaraan dunia
Meraih gelar juara kelas bulu WBA
Kesempatan
emas bagi Chris John dan bangsa Indonesia tiba saat Chris John
berkesempatan menantang Oscar Leon dari Kolombia pada 26 September 2003
di Bali. Chris John menang angka tipis (split decision) dalam
pertandingan 12 ronde tersebut, dan dinyatakan berhak menyandang gelar
juara dunia WBA sementara (interim title).
Tak lama, WBA
"menghibahkan" gelar juara definitif (bukan lagi gelar interim) kepada
Chris John, saat sang juara bertahan Derrick Gainer dari Amerika Serikat
kalah angka dari Juan Manuel Marquez (Meksiko, juara IBF). Saat itu,
sesuai peraturan badan tinju WBA, Marquez dinyatakan sebagai juara super
(super champion) WBA karena berhasil menyatukan dua gelar WBA dan IBF,
dan Chris John sebagai juara reguler.
Menang melawan Osamu Sato di Tokyo, Jepang
Meskipun
demikian, gelar WBA definitif tersebut hanya dipandang sebelah mata
oleh pers Indonesia, dan Chris John dianggap sebagai juara di atas
kertas belaka. Namun semua pandangan miring itu terhapus saat dengan
perkasa Chris John mengalahkan lawannya Osamu Sato (Jepang) di Ariake
Colliseum, Tokyo, Jepang, pada 4 Juni 2004. Chris John menang angka
mutlak atas lawannya yang didukung oleh suporter tuan rumah. Dengan
kemenangan itu, selain mendapat pengakuan di Indonesia, Chris John juga
menjadi sangat populer di Jepang. Saat turun dari tangga pesawat,
seluruh pilot dan awak pesawat Garuda Indonesia memberi hormat ala
militer kepada Chris John dan tim.
Seri melawan Jose Cheo Rojas yang pertama
Pada
3 Desember 2004, Chris John berhasil mempertahankan gelar melawan
petinju kidal Jose Cheo Rojas (Venezuela) di Tenggarong, Kutai
Kartanegara melalui pertarungan berdarah akibat benturan kepala pada
ronde 4. Pertarungan itu dihentikan oleh wasit dan dinyatakan hasilnya
seri atau technical draw dan Chris John tetap juara. "Peraturan dari WBA
sebelum menyelesaikan empat ronde terjadi accident benturan kepala.
Dengan demikian, pertandingan ini dinyatakan dengan technical draw dan
Chris John tetap juara".
Sayang, setelah pertandingan ini, Chris
John terpaksa harus memutuskan kontrak dengan pelatih Sutan Rambing
karena ketidaksepakatan masalah pembagian hasil pertandingan.
Selanjutnya, Chris John dilatih oleh Craig Christian dari Harry's Gym,
Perth Australia. Berbulan-bulan pertikaian Chris John dan Sutan Rambing
terus berlanjut dan semakin memanas serta sempat berlanjut ke meja
hijau, namun akhirnya masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
Menang melawan Derrick Gainer
Pada
tanggal 22 April 2005, Chris John wajib meladeni sang mantan jawara
kelas bulu WBA, Derrick Gainer dari Amerika Serikat, yang sangat
berambisi merampas kembali gelarnya yang hilang, setelah pada tahun 2003
yang lalu, Gainer dikalahkan oleh Juan Manuel Marquez Mendez. Di tengah
pesimisme publik tinju di tanah air karena ini adalah debut Chris John
setelah ditangani tim pelatih baru, setelah konfilk antara dirinya
dengan pelatih lamanya, Sutan Rambing, Chris John mampu tampil luar
biasa, dan berhasil mempecundangi sang mantan juara tersebut lewat
kemenangan angka mutlak 12 ronde. Walaupun Chris John sempat terjatuh
(knockdown) di ronde 1 akibat pukulan Gainer yang cepat, tetapi Chris
John bisa memukul jatuh Gainer di ronde kedua dan keempat. Pertandingan
ini adalah hasil kerjasama antara TVRI dengan Djarum Super.
Menang melawan Tommy Browne di Australia
7
Agustus 2005, Chris John menang TKO ronde 10 melawan Tommy Browne di
Penrith, Australia. Wasit yang memimpin pertandingan tersebut
menyarankan kubu Browne agar menyerah, karena melihat pertandingan sudah
tidak seimbang. Kubu Browne menerima saran wasit itu, dan Chris John
dinyatakan menang TKO ronde 10.
Menang melawan Juan Manuel Marquez Mendez
Setelah
kemenangan mudah di Australia, kali ini Chris John harus bertanding
melawan mantan raja kelas bulu WBA dan IBF yang sangat ditakuti karena
ketajaman pukulannya, yakni Juan Manuel Marquez dari Meksiko. Walau
berstatus mantan juara, namun Marquez masih dinyatakan sebagai petinju
kelas bulu terkuat saat itu.
Lewat negosiasi yang alot, akhirnya
Marquez yang merupakan salah satu petinju terbaik Meksiko (dan dunia)
saat itu, bersedia meladeni Chris John di Indonesia. Promotor Muhammad
Arsyad memboyong hak pertandingan Chris John vs JM Marquez ke
Tenggarong, Kalimantan Timur.
Dalam pertandingan yang sangat
menarik dan penuh dengan adu teknik dan skill tingkat tinggi, Chris John
akhirnya mampu menundukkan petinju dari Meksiko yang dikenal dengan
pukulan kerasnya tersebut dengan kemenangan angka mutlak. Pukulan satu
dua Chris John berhasil mendarat lebih cepat dari sergapan buas Marquez.
Menjelang pertandingan melawan Marquez ini, Chris John memproklamirkan
julukan barunya sebagai "The Dragon" alias "Sang Naga" menggantikan
julukan lamanya "The Indonesian Thin Man", karena sebagai pemuda
keturunan Tionghoa, Chris John mempercayai bahwa binatang naga selalu
membawa keberuntungan dalam hidup.
Kemenangan atas Marquez
dinilai sebagai kemenangan terbesar Sang Naga. Tidak hanya karena
kekuatan pukulan Marquez yang sangat terkenal, tapi juga prestasi
Marquez yang saat itu disebut-sebut sebagai petinju #1 di kelas bulu.
Malahan, kendati telah kalah dari Chris John, Marquez naik kelas dan
menjadi juara di kelas ringan yunior.
Menang melawan Renan Acosta
Pada
9 September 2006, Chris John berhadapan dengan lawan yang relatif
ringan, Renan Acosta dari Panama, di GOR Soemantri Brodjonegoro,
Kuningan, Jakarta. Chris John memenangi hampir di semua ronde, namun dia
gagal memukul KO lawannya tersebut, sehingga dia dinyatakan menang
angka mutlak dengan penilaian hakim hampir seluruh ronde dimenangi oleh
Chris John.
Menang melawan Jose Cheo Rojas yang kedua
Chris John vs. Jose Cheo Rojas II
Pada
tanggal 3 Maret 2007 Sang Naga berhasil menuntaskan rasa penasarannya
atas satu-satunya lawan yang berhasil menahan seri, yakni Jose Cheo
Rojas. Dalam suatu pertandingan yang berlangsung sangat tegang dan
heroik, Chris John berhasil menang angka mutlak atas Rojas di Istora
Senayan, Jakarta. Sempat terjadi kekisruhan mengenai keterlambatan
pembayaran honor dari promotor, namun semua masalah akhirnya bisa
diselesaikan dengan baik. Pertandingan ini mengundang perhatian banyak
sponsor, yaitu Surya Pro Mild, Kuku Bima Ener-G, serta pasta gigi
Formula Aksi Proteksi. Pertandingan ini dimirip-miripkan dengan Iklan
Formula Aksi Proteksi versi Pertandingan Tinju Formo vs Pasto yang
pernah mengudara pada bulan Juli 2006-Januari 2007.
Kesuksesan
iklan tinju ini lalu dimanfaatkan untuk pertandingan balas dendam antara
Chris John dengan Jose Rojas. Sampai akhirnya, promotor pertandingan
itu, Albert Reinhard Papilaya, malah membuat pertandingan ini dengan
memirip-miripkan dengan iklan Formula Aksi Proteksi.
Chris John
dapat memukul jatuh Jose Cheo Rojas pada ronde kedua dan ronde keempat,
berbagai percobaan untuk dapat menjatuhkan Jose Cheo Rojas sampai ronde
ke dua belas selalu gagal. Namun, Chris John akhirnya bisa memenangkan
semua ronde. Ketiga hakim sepakat memberikan nilai kepada Chris John
lebih tinggi dengan selisih 10 poin dengan Jose Cheo Rojas.
Setelah
kemenangan melawan Jose Cheo Rojas ini, pada hari Ahad, 4 Maret 2007,
Chris John diarak ke seluruh Indonesia. Reward yang diterima sungguh
luar biasa. Sambutan masyarakat juga luar biasa meriah. Inilah yang
disebut "balasan setimpal" bagi pendukung kemajuan tinju di Indonesia.
Menang melawan Zaiki Takemoto di Kobe, Jepang
Pada
tanggal 19 Agustus 2007, hak siar pertandingan Chris John pindah tayang
dari TVRI ke SCTV. Chris John kembali mempertahankan gelarnya.
Bertanding di Kobe Fashion Mart, Pulau Rokko, Kobe, Jepang Chris John
tidak menemukan kesulitan berarti untuk mengalahkan penantangnya, Zaiki
Takemoto dengan TKO di ronde kesepuluh, setelah sebelumnya Takemoto
terkena knockdown dua kali, pada ronde 6 dan 8. Kubu Takemoto yang sudah
berhitung bahwa Takemoto tidak akan mampu mengalahkan Chris John,
akhirnya memutuskan Takemoto menyerah pada saat jeda istirahat menjelang
ronde 10 dimulai. Zaiki Takemoto adalah penantang peringkat 8 kelas
bulu WBA, yang merupakan petinju keturunan Korea kelahiran Kobe. Tak
kurang 300 pendukung dari Indonesia yang terdiri dari para pelajar dan
karyawan di Jepang, termasuk Menpora Adhyaksa Dault hadir di arena
pertandingan untuk memberikan dukungan moral kepada Chris John.
Sukses
mempertahankan gelar untuk kedelapan kalinya dan kali ini di luar
negeri, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengundang Chris John ke
Istana Negara bersama empat pemain bulu tangkis yang memenangi kejuaraan
dunia di Malaysia pada waktu yang hampir bersamaan. Pada kesempatan
tersebut, Presiden Yudhoyono memberikan hormat ala militer kepada Chris
John sebagai apresiasi pribadi yang tinggi atas keberhasilannya
mempertahankan gelar. Presiden juga menyampaikan rasa bangga atas
prestasi Chris John.
Menang melawan Roinet Caballero di Jakarta, Indonesia
26
Januari 2008: Pertandingan wajib melawan peringkat 1 Roinet Caballero
dari Panama. Pertandingan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta,
Indonesia. Pertandingan dipromotori oleh Zaenal Thayeb bekerjasama
dengan tim manajemen Chris John, dan disiarkan langsung oleh RCTI yang
direlay langsung oleh TV4 Panama. Pertandingan dimenangkan oleh Chris
John dengan TKO di ronde ketujuh. Dengan kemenangan ini, Chris John
sudah mempertahankan gelar sebanyak 9 kali, dan 4 di antaranya adalah
pertarungan wajib.
Menang melawan Hiroyuki Enoki
Setelah
beberapa kali batal mempertahankan gelar melawan Jackson Asiku dari
Uganda di Australia dan Indonesia serta Michael Lozada di Meksiko, Chris
John akhirnya bertanding mempertahankan gelar kesepuluh kalinya di
Tokyo, Jepang, melawan petinju kelahiran Akita, Jepang Utara, Hiroyuki
Enoki, 24 Oktober 2008.
Chris John untuk ke-10 kalinya berhasil
mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu versi WBA. Melawan Hiroyuki
Enoki di Korakuen Hall, Tokyo, Jepang, Jumat (24/10), petinju kebanggaan
Indonesia itu menang angka setelah melewati pertarungan berdarah
sepanjang 12 ronde. Chris John tampil dengan berani, meladeni
pertarungan jarak rapat dan saling bertukar pukulan. Akibat pertandingan
ini, Chris John menderita luka di bawah mata kiri dan atas mata kanan,
sehingga harus menjalani operasi kecil di RS MMC, Jakarta, dan
mendapatkan sekitar 70 jahitan. Enoki sendiri mengalami pembengkakan
mata kiri sejak ronde 4, dan praktis mata kirinya tertutup oleh bengkak
tersebut. Menurut Chris John, Enoki adalah petinju Jepang yang paling
kuat dia pernah hadapi, dan dapat disetarakan dengan Juan Manuel
Marquez, lawan terberat yang pernah dihadapi Chris John sebelumnya.
Seri melawan Ricardo Rocky Juarez
Dalam
pertandingan pada tanggal 28 Februari 2009 di Houston, Texas, Amerika
Serikat untuk mempertahankan gelar melawan petinju tuan rumah Ricardo
Rocky Juarez, Chris John meraih hasil seri setelah ketiga juri sama-sama
memberikan hasil 114-114. Di tengah tekanan pendukung petin ju tuan
rumah, Chris John mampu tampil baik, walaupun berakhir seri, sesuai
peraturan tinju profesional, Chris John berhak mempertahankan gelar
walaupun hasilnya seri.
Menang melawan Ricardo Rocky Juarez
Karena merasa dicurangi
atas hasil seri pertandingan pertama di Houston, Texas, asal Juarez,
kubu CJ minta pertandingan ulang diadakan di Los Angeles, California.
Pihak promotor akhirnya bersedia memindahkan pertarungan ulang ke
California, dijadwalkan pada 27 Juni 2009. Pertandingan ini kemudian
ditunda, karena 7 hari jelang hari-h, Chris John terserang hypoxemia.
Pada
19 September 2009, tanding ulang Chris John vs Rocky Juarez akhirnya
dilangsungkan di MGM Grand, Las Vegas, Nevada, AS. Chris John berhasil
menang dengan kemenangan angka mutlak.
Menang Melawan Fernando David Saucedo
Setelah
pertandingan ini mundur sampai akhir Juli akibat cedera bahu yang
dialami Chris John saat latihan. Pada Minggu, 5 Desember 2010 diadakan
pertandingan di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Indonesia. Sebelum
pertandingan, Chris John mengatakan ambisinya menaklukan lawan sebelum
ronde ke-10. Setelah melewati 12 ronde, Chris John dinyatakan menang
secara mutlak, 119-109, 119-109, dan 120-108.
Menang melawan Daud Cino Yordan
Chris
John berhasil menjawab keraguan para penggemarnya bahwa stamina dia
sudah menurun, dengan menundukkan petinju muda berbakat Indonesia, Daud
Cino Yordan asal Kayong, Kalimantan Barat dalam pertandingan di Jakarta
International Expo, 17 April 2011. Chris John berhasil mendominasi serta
unggul angka secara mutlak atas Daud. Pertandingan ini merupakan kali
ke-14 Chris John mempertahankan gelar juara kelas bulu WBA yang
diperolehnya sejak tahun 2003.
Menang melawan Stanyslav Merdov
Chris
John pada 30 September 2011 ditantang oleh petinju asal Ukraina,
Stanyslav Merdov. Buat kedua kalinya Chris John yang banyak melewatkan
hari latihan di bumi Australia, bertanding di negara Kanguru tersebut.
Sempat terjatuh di ronde kedua, tetapi tidak mendapat hitungan, Merdov
akhirnya dikalahkan angka secara mutlak oleh Chris John. Chris John
sempat dua kali menjatuhkan Merdov dan Merdov mendapat hitungan. Merdov
adalah petinju dengan postur tubuh tertinggi yang pernah dihadapi Chris
John.
Menang Angka Mutlak atas Shoji Kimura
Chris John
berhasil mempertahankan gelar WBA kelas bulu untuk ke-16 kali di Marina
Bay Sands, Singapura pada 5 Mei 2012, setelah menundukkan penantangnya
Shoji Kimura asal Yokohama, Jepang dengan angka mutlak selama 12 ronde.
Kimura adalah petinju Jepang ke-4 yang menantang Chris John, 3 lawan
sebelumnya sudah dikalahkan Chris John dalam pertandingan perebutan
gelar yang diadakan di Jepang. Promotor pertandingan ini adalah Raja
Sapta Oktohari bersama Dragon Fire Promotions, dan dipentaskan bersama
dengan kejuaraan IBO kelas bulu lowong antara Daud Yordan dan Lorenzo
Villanueva.
Menang Angka Mutlak atas Cholantarn Piriyapinyo
Chris
John mempertahankan gelar WBA kelas bulu dengan menundukkan lawan dari
Thailand, Cholantarn Piriyapinyo dalam duel perebutan gelar di Marina
Bay Sands, Singapura, 9 September 2012.
Seri Melawan Satoshi Hosono
Dalam
pertarungan mempertahankan gelar kelas bulu versi WBA yang ke 18, 14
April 2013 di Indoor Tennis Stadium, Senayan, Jakarta, Chris John
membukukan hasil seri technical draw akibat benturan kepala dengan
lawannya dari Jepang, Satoshi Hosono. Chris John mengalami luka
pendarahan serius di pelipis mata dan dahi sebelah kanan.
Keluarga
Chris
John menikah dengan Anna Maria Megawati, mantan atlet wushu, pada tahun
2005, dan telah dikaruniai dua orang putri bernama Maria Luna Ferisha
dan Maria Rosa Christiani.
Selain atlet tinju, Chris John juga
sempat dikenal sebagai atlet nasional wushu. Keberhasilan Chris di dunia
tinju, membawanya ke profesi sampingan, antara lain bintang iklan untuk
berbagai produk dan komentator tinju di televisi.
Kutipan
"Orang
hanya mengenal saya seperti sekarang ini; sukses, terkenal, dan
memiliki banyak uang. Tapi kebanyakan dari mereka tidak tahu bagaimana
saya berjuang, sejak kecil digembleng ayah saya berlatih tinju dan saya
hampir tidak mempunyai waktu bermain seperti anak sebaya saya."
"Saat debut tinju dalam kejuaraan tinju amatir di Banjarnegara, saya
begitu grogi, sehingga saat memukul, saya memejamkan mata sambil
memukul, dan rupanya banyak yang kena, sehingga saya dinyatakan menang
angka."
"Biarlah orang lain menganggap gelar juara saya sekedar juara di atas
kertas (paper champion) dll, tapi saya akan buktikan bahwa saya bukan
seorang paper champion."
Profile
Nama Asli
Yohannes Christian John
Tanggal Lahir
14 September 1979
Tempat Lahir
Banjarnegara, Jawa Tengah, INA
Tinggi Badan
169
Kewarganegaraan
Indonesia
Ayah
Johan Tjahjadi
Pekerjaan Ayah
Mantan petinju amatir
Ibu
Maria Warsini
Saudara
Adrian (adik laki-laki)
Suami/Istri
Anna Maria Megawati (mantan atlet wushu, sejak 2005)
Anak-anak
Maria Luna Ferisha (perempuan), Maria Rosa Christiani (perempuan)
Populer Sejak
Menjadi juara nasional "Kelas Bulu" dalam pertandingan nasional melawan Muhammad Alfaridzi (1999)