Latest Biography

Biografi Toni Kroos - Gelandang Bayern Munich

Minggu, 04 Mei 2014

Atlet Olahraga

Pemain yang satu ini memang tengah menjadi perbincangan hangat saat ini. Itu semua tak lepas dari ketertarikan raksasa Premier League, Manchester United, untuk mendatangkan sosok Toni Kroos ke Old Trafford. Rumor yang beredar, Setan Merah siap memecahkan rekor transfer klub untuk bisa memboyong gelandang 24 tahun itu ke Theatre Of Dreams.

Kroos sendiri tampil impresif bersama Bayern Munchen dalam beberapa musim terakhir. Gelandang muda Timnas Jerman ini, dikenal memiliki passing serta visi bermain yang baik. Ingin mengetahui lebih jauh mengenai sosok Toni Kroos? Kupa tuntas lewat ulasan profil dan perjalanan karir Kroos di bawah ini:

Biodata dan Perjalanan karir Toni Kroos

Nama Lengkap : Toni Kroos
Kebangsaan : Jerman
Tempat/tanggal lahir : Greifswald, Jerman Timur, 4 Januari 1990
Tinggi : 182 cm
Klub saat ini : Bayern Munchen
No punggung : 39
 Posisi bermain : Gelandang

Fakta menarik dan perjalanan karir Toni Kroos:
  • Toni Kroos merupakan produk asli jebolan akademi sepakbola Bayern Munchen. Ia menembus skuad senior Die Roten pada tahun 2007, kala itu dirinya bermain untuk tim kedua The Bavaria. Bersama tim kedua Bavaria, Kroos tampil apik dengan mencetak 13 caps dan 4 gol.

  • Semusim kemudian, ia promosi ke tim utama Munchen. Namun, minimnya jam terbang membuat Kroos dipinjamkan ke Bayer Leverkusen di tahun 2009. Semusim berseragam Leverkusen, Kroos mengemas 43 caps dan 10 gol.

  • Pada tahun 2010, Kroos kembali menapakkan kakinya di Allianz Arena. Hingga kini, ia menjadi salah satu pemain andalan klub yang menjuari Liga Champions musim 2012/13 itu. Sejauh ini, 124 caps dan 12 gol telah ia koleksi bersama Die Roten.

  • Sementara karirnya bersama Tim Senior Jerman bermula pada tahun 2010 silam. Sejauh ini, ia telah mengemas 42 caps dan 5 gol untuk Der Panzer.

  • Penampilan apiknya bersama Bayern Munchen membuat sejumlah klub besar Eropa meliriknya. Manchester United adalah klub yang kini tengah dikait-kaitkan dengan gelandang 24 tahun tersebut. Kini, Liverpool juga dikabarkan tengah bersaing memburu tanda tangan Toni Kroos.

Biografi Arsene Wenger - Pelatih Arsenal

Rabu, 23 April 2014

Wenger menjadi pemain sepak bola profesional untuk pertama kalinya pada tahun 1978. Karir akademis Wenger hampir seharum karirnya sebagai manajer sepakbola. Karir pertamanya sebagai pelatih tim senior adalah saat melatih Nancy, di mana dia bergabung pada tahun 1984. Karirnya mulai menanjak saat ia meramu AS Monaco tiga tahun kemudian. Wenger sangat terkenal dengan ambisinya membangun sebuah tim yang tidak hanya mampu memenangkan pertandingan, tapi juga yang bisa menyuguhkan tontonan menarik.

Berikut adalah Biografi Arsene Wenger.
Arsene Wenger lahir pada tanggal 22 Oktober 1949 di Strasbourg, Prancis, Wenger menjadi pemain sepak bola profesional untuk pertama kalinya pada tahun 1978. Dia turun sebagai pemain bertahan memperkuat klub RC Strasbourg ketika melawan Monaco. Karir akademis Wenger hampir seharum karirnya sebagai manajer sepakbola. Ia menamatkan tingkat strata satu pada fakultas teknik dan mengambil derajat master di bidang ilmu ekonomi dari Universitas Starsbourg. Wenger banyak menguasai bahasa asing. Selain bahasa ibunya, Prancis, Wenger mampu berbicara dengan fasih bahasa Alsatian, Jerman, dan Inggris. Selain itu, ia juga mahir berbahasa Italia, Spanyol, dan Jepang.

Atlet Olahraga

Kemudian karirnya berlanjut ke area manajerial. Karir pertamanya sebagai pelatih tim senior adalah saat melatih Nancy, di mana dia bergabung pada tahun 1984. Namun, tidak banyak kemajuan yang dicapai oleh Wenger. Bahkan Nancy pernah terperosok ke Ligue 2. Karirnya mulai menanjak saat ia meramu AS Monaco tiga tahun kemudian. Karirnya sebagai manajer semakin menjulang ketika menangani AS Monaco pada tahun 1987. Dia membawa Monaco menduduki puncak klasement Ligue1 dan memenangkan gelar liga pada tahun 1988.

Wenger melanjutkan kesuksesannya saat melatih klub Jepang, Nagoya Grampus Eight. Dia berhasil mempersembahkan Piala Kaisar, kompetisi nasional di Jepang. Dia juga berhasil mengangkat posisi klub dari peringkat ketiga terbawah liga ke peringkat dua klasemen.

Kemudian atas rekomendasi Gerard Houllier ke David Dein, pada musim panas 2006, Arsenal setuju menunjuknya sebagai manajer klub yang baru. Penunjukkannya berlangsung pada 28 September 1996, dan Wenger resmi menangani tim sejak 1 Oktober 1996. Wenger menjadi manajer tersukses dalam sejarah Arsenal terutama dalam hal pengumpulan trofi juara. Dia juga menjadi manajer terlama yang menangani Arsenal. Wenger menjadi satu-satunya manajer bukan dari Inggris yang memenangkan gelar ganda di Inggris, dengan melakukannya di tahun 1998 dan 2002.

Wenger sangat terkenal dengan ambisinya membangun sebuah tim yang tidak hanya mampu memenangkan pertandingan, tapi juga yang bisa menyuguhkan tontonan menarik. Kerja sama tim juga selalu menjadi moto yang tidak pernah ia lewati saat melatih. The Times menjuluki tim asuhan Wenger pada musim 2003/04 sebagai tim yang memperagakan seni menyerang yang indah.

Wenger punya reputasi hebat dalam meracik pemain biasa menjadi menjadi handal dan ternama. Saat bersama Monaco, ia menggaet pemain Liberia George Weah yang tidak begitu terdengar gaungnya. Namun, ia kemudian menjadi World Player of the Year versi FIFA saat bersama AC Milan. Saat bersama Arsenal, ia membantu mengangkat pamor pemain seperti Thierry Henry, Patrick
Vieira,

Francesc Fàbregas, Robin Van Persie dan Kolo Touré menjadi pemain berkelas dunia, tak heran bila ia di juluki sebagai "The Professor" oleh Media

ia juga Ahli strategi plus ahli ekonomi. Hal itu terbukti dengan sedikitnya biaya pengeluaran yang dibutuhkan Wenger untuk belanja pemain. Dalam setahun, menurut chairman Arsenal Peter Hill-Wood, Wenger hanya membutuhkan dana £4 juta hingga £5 juta. Hebatnya, pemain yang ia dapatkan dengan harga rendah mampu ditransfer ke klub lainnya dengan harga yang cukup melangit. Contoh paling jelas adalah Nicolas Anelka yang didatangkan dari Paris St Germain dengan hanya £500 ribu, yang kemudian dibandrol menjadi £22,3 juta saat Madrid meliriknya dua tahun kemudian.

Pembelian pemain Wenger juga terkenal jitu saat mendatangkan Thierry Henry, Robert Pirès dan Sylvain Wiltord. Ketiga pemain tersebut berhasil mendongkrak Arsenal menjuarai Liga Primer pada musim 2003/04.

Wenger dikritik oleh banyak pihak terutama pembesar sepakbola Inggris lantaran jarang menurunkan dan memainkan pemain asal negeri Ratu Elizabeth itu. Alan Pardew yang saat itu mesih membesut West Ham mengatakan, kesuksesan Arsenal bukanlah kesuksesan tim dari Inggris. Wenger merespon dengan menegaskan, sepakbola adalah seni dan bukan masalah paspor semata.

Ia pernah beberapa kali terlibat perseteruan seperti saat perang kata-kata dengan Jose Mourinho, dan Michel Platini. Selain itu, Wenger juga pernah bersitegang dengan hakim garis saat final Piala Carling tahun 2007. Saat itu ia mengatakan sang hakim garis "pembohong". Akibat ulahnya, Wenger didenda oleh FA dan diharuskan membayar denda sebesar £2500.

Penghargaan Sebagai Pemain
Strasbourg
Ligue 1: 1978-1979

Penghargaan Sebagai Manajer
1. Monaco
  • Ligue 1: 1987-1988.
  • Piala Prancis: 1990-1991.
2. Nagoya Grampus
  • Piala Kaisar: 1996.
  • Piala Super J-League: 1996.
3. Arsenal
  • Premier League (3): 1997-1998, 2001-2002, 2003-2004.
  • FA Cup (4): 1997-1998, 2001-2002, 2002-2003, 2004-2005.
  • FA Community Shield (4): 1998, 1999, 2002, 2004.

Penghargaan Individu 
  • Manajer Terbaik Perancis: 1988, 2008.
  • Manajer Terbaik J. League Manager: 1995.
  • Officer of the British Empire: 2003.
  • Onze d'Or Coach of The Year: 2000, 2002, 2003, 2004.
  • Manajer Terbaik Liga Premier FA: 1998, 2002, 2004.
  • Manajer Terbaik LMA: 2001-2002, 2003-2004.
  • BBC Sports Personality of the Year Coach Award: 2002, 2004.
  • Freedom of Islington: 2004.
  • FWA Tribute Award: 2005.
  • English Football Hall of Fame: 2006.
  • Manajer Terbaik Liga Premier (10 kali): Maret 1998, April 1998, Oktober 2000, April 2002, September 2002, August 2003, Februari 2004, Agustus 2004, September 2007, Desember 2007.
Profile
Nama Asli
Arsene Charles Ernest Wenger

Tanggal Lahir
22 Oktober 1949

Tempat Lahir
Strasbourg, Perancis

Tinggi Badan
193

Kewarganegaraan
Perancis

Warna Rambut
Pirang

Warna Mata
Biru

Ayah
Alphonse Wenger

Pekerjaan Ayah
Bisnis suku cadang mobil

Ibu
Louise Wenger

Saudara
Guy (atlet bola, kakak laki-laki)

Suami/Istri
Annie Brosterhous (mantan atlet basket)

Anak-anak
Lea Wenger (perempuan, L.1997)

Populer Sejak
Menjadi pelatih klub Arsenal (sejak 1996)

Biografi Cesc Fabregas - Gelandang Barcelona

Atlet Olahraga

Francesc "Cesc" Fàbregas Soler lahir di Vilessoc de Mar, Casal de Curacion, Spanyol, 4 Mei 1987; umur 26 tahun), atau lebih dikenal dengan nama Cesc Fàbregas, adalah pesepak bola asal Spanyol. Cesc Fàbregas bermain sebagai gelandang untuk FC Barcelona di kompetisi Liga Spanyol (La Liga) dan juga untuk tim nasional sepak bola Spanyol. Pada tahun 2006, dia membuat keputusan untuk kariernya untuk bermain bersama Arsenal FC dalam jangka panjang dengan menandatangani kontrak 8 tahun.

Fabregas memulai kariernya sebagai pemain bola di FC Barcelona yang kemudian di rekrut oleh Arsene Wenger, Manajer Arsenal FC pada 11 September tahun 2003. Dia tidak selalu tampil bermain untuk The Gunners (sebutan Arsenal FC) pada musim pertamanya bersama Arsenal FC, tetapi menyusul dengan cederanya para pemain gelandang inti di musim 2004-2005, kesempatan bermainnya untuk Arsenal FC bertambah. Tidak lama kemudian, dia mendapatkan kepercayaan untuk menjadi pemain inti gelandang tengah bersama Gilberto Silva.
Setelah menjadi pemain inti pada usia muda, dia berhasil memecahkan beberapa rekor klub yaitu mempunyai reputasi sebagai pemain yang memiliki bakat dengan teknik yang bagus, pengoper bola yang sangat baik, dan menjadi pemain kunci pada Timnya. Saat Gilberto Silva berfungsi sebagai pemain bertahan, Fabregas mempunyai fungsi utama sebagai pengatur serangan atau playmaker.

Pada tahun 2006, dia membuat keputusan untuk kariernya untuk bermain bersama Arsenal FC dalam jangka panjang dengan menandatangani kontrak 8 tahun.

Pada pertandingan internasional, Fabregas tercatat sebagai pemain termuda Spanyol di Piala Dunia pada pertandingan Spanyol vs Ukraina di Leipzig pada tanggal 13 Juni 2006 di umurnya yang masih 19 tahun 41 hari. Kariernya sebagai pemain nasional bermula dari tingkat pemain muda, mewakili tim U-17 pada pertandingan Kejuaraan Dunia U-17 FIFA di Finlandia pada tahun 2003. 
Sebagai hasil dari penampilannya di tim U-17, dia dipanggil oleh Luis Aragonés, pelatih tim Nasional Spanyol, untuk menjadi pemain senior pada tim nasional sepak bola Spanyol dan bermain pada Piala Dunia 2006 di Jerman (9 Juni - 9 Juli 2006) dan Piala Eropa 2008 (7-29 Juni 2008) di Swiss dan Austria di mana di turnamen ini Spanyol keluar sebagai juara sekaligus menjadikan Spanyol menjadi Peringkat 1 dalam daftar Peringkat Dunia FIFA dan dalam turnamen ini Fabregas menjadi salah satu pemain kunci.

Laga dimana Fabregas ikut ambil bagian diantaranya masuk sebagai pemain pengganti pada laga pertama melawan Rusia di menit 54 dan membuat assist pada gol ketiga David Villa dan mencetak gol pada menit 90 dan berkesudahan dengan kemenangan Spanyol 4-1, kemudian masuk sebagai pemain pengganti pada laga melawan Swedia di menit 59 dan menang dengan skor 1-2, pada laga melawan Yunani Fabregas tampil sebagai Starter dan Spanyol menang dengan skor 1-2,

kemudian pada laga perempat final melawan Italia Fabregas masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke 60 yang berakhir dengan adu penalti dan gol Fabregas menjadi penentu kemenangan Spanyol 4-2 setelah sebelumnya Iker Casillas memblok 2 gol penalti dari pemain Italia (Daniele De Rossi dan Antonio Di Natale), pada laga semifinal melawan Rusia, Fabregas masuk pada menit 34 menggantikan David Villa yang cedera dan kemudian membuat assist pada Daniel Güiza yang mencetak gol pada menit 73 dan juga assistnya pada David Silva yang mencetak gol pada menit 82, akhirnya pada laga Final melawan Jerman Fabregas turun sebagai starter dengan kemenangan Spanyol dari gol tunggal Fernando Torres pada menit 33. Di turnamen Piala Eropa 2008 ini, Fabregas bersama pemain Turki Hamit Altıntop mencatat assist terbanyak yaitu 3 assist.

Arsenal
Fabregas mulai bermain sepak bola di FC Barcelona. Selama kariernya di tim yunior, dia selalu bermain sebagai gelandang bertahan atau dengan istilah Spanyol Volante. Walaupun menjadi pencetak gol yang cukup subur karena berhasil mencetak lebih dari 30 gol dalam satu musim, namun dia tidak pernah memperoleh kesempatan bermain dalam tim inti di Camp Nou (Markas FC Barcelona). Merasa kesempatan bermainnya terbatas jika dia tetap di FC Barcelona maka dia memutuskan untuk bergabung dengan Arsenal FC, dengan menandatangani kontrak klub London tersebut pada tanggal 11 September 2003.

Pada awalnya tinggal di ibukota London membuat dia susah untuk beradaptasi, tetapi kemudian dia mulai berteman dengan rekan satu timnya Philippe Senderos yang membantunya beradaptasi dengan kehidupan di London. Di usianya yang masih 16 tahun, Fabregas tidak pernah berpikir untuk masuk dalam tim inti tapi dia terus belajar dari seniornya, Patrick Vieira dan Gilberto Silva sambil mengkonsentrasikan dirinya dalam pelatihan dan belajar Bahasa Inggris. Tidak lama kemudian, dia memulai debutnya pada tanggal 23 Oktober 2003 dalam pertandingan Piala Liga melawan Rotherham United.

Dengan bermainnya dia di pertandingan tersebut, dia menjadi pemain Arsenal termuda dengan umur 16 tahun 177 hari. Dia kemudian menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Arsenal FC di pertandingan Piala Liga berikutnya, dia mencetak gol dalam jarak yang dekat yang membawa timnya menang dengan skor 5-1 atas Wolves. Walaupun Arsenal FC memenangi liga dengan tak terkalahkan pada musim 2003-2004, Fabregas tidak mendapatkan medali dikarenakan dia tidak pernah bermain dalam pertandingan liga.

Tidak lama kemudian akhirnya dia dapat tampil bermain dalam tim inti di pertandingan Liga Inggris pada musim 2004-2005, sebelumnya dia hanya tampil di pertandingan Piala Liga. Pertandingan pertamanya di awal musim adalah dalam pertandingan kejuaraan Community Shield pada tahun 2004 melawan Manchester United dengan kemenangan 3-1. Dengan cederanya Patrick Vieira, Fabregas masuk dan menggantikan posisi seniornya Patrick Vieira dan tampil berturut-turut dalam 4 pertandingan Liga Inggris. Dia meraih pujian dalam pertandingan tersebut, bahkan dia mencetak gol dalam pertandingan melawan Blackburn Rovers dengan kemenangan 3-0, dan menjadi pemain termuda Arsenal yang mencetak gol dalam pertandingan Liga Inggris.

Dengan berlanjutnya cedera pada Edu dan Gilberto Silva, maka kesempatan bermain pemain muda ini bertambah untuk semua kompetisi. Di Liga Champions UEFA, dia menjadi pencetak gol termuda kedua dalam sejarah kompetisi tersebut, dia mencetak gol dalam pertandingan melawan Rosenborg dengan kemenangan 5-1. Fabregas mengakhiri musim pertamanya bersama Arsenal FC dengan memenangkan penghargaan pertamanya pada pertandingan Final Piala FA melawan Manchester United FC yang berakhir adu penalti dengan kemenangan Arsenal 5-4.

Setelah kepergian Kapten Arsenal Patrick Vieira ke Juventus, Fabregas mulai bermain secara rutin di tim inti pada posisi gelandang bersama dengan Gilberto Silva. Setelah diwarisi nomor punggung 4 dari Vieira, Fabregas tampil 49 kali di semua kompetisi selama musim 2005-2006. Meskipun usianya yang masih muda, penampilannya terus dicermati menyusul bertambahnya keterlibatan dia dalam tim inti. Lebih lanjut, karena Fabregas memiliki postur tubuh lebih kecil dan bermain tidak begitu agresif dibanding dengan Vieira, banyak yang meragukan kemampuannya untuk mengisi kekosongan yang ditinggal oleh Vieira.

Namun demikian, Fabregas menampilkan gaya permainannya sendiri dan mengesankan bagi para pengamat sepak bola dalam pertandingannya di Liga Champions melawan Real Madrid dan Juventus. Dalam pertandingan melawan Juventus dia mencetak gol pertama dan memberikan umpan bola kepada Thierry Henry yang mencetak gol kedua, pada saat yang sama Fabregas membuktikan bahwa dirinya dapat menghadapi permainan dan tackling keras gelandang seperti Vieira. Dia kemudian bermain di partai Final Liga Champions melawan mantan klub nya Barcelona, tetapi Arsenal kalah dengan score 1-2, dengan hasil tersebut Arsenal melengkapi musim 2005-2006 tanpa piala.

Dengan meningkatnya spekulasi transfer Fabregas pada musim panas, Real Madrid berkeinginan untuk mengontraknya walaupun Fabregas sudah menjalin kontrak jangka panjang dengan Arsenal. Tetapi manajer Arsenal Arsene Wenger menyatakan tidak akan mendengarkan penawaran dari manapun terhadap pemainnya. Pada September 2006, dengan sisa kontrak yang masih tersisa 6 tahun, Arsenal mengajukan penawaran baru yaitu kontrak 8 tahun yang kemudian disetujui oleh Fabregas dan ditandatangani pada tanggal 19 Oktober 2006 Walau jangka waktu kontrak tersebut tidak seperti biasa lamanya, Fabregas mengatakan bahwa gaya permainan Arsenal dan manajer Arsene Wenger sebagai alasan dalam komitmen jangka panjang pada klubnya Arsenal FC.

FC Barcelona
Fabregas akhirnya memilih kembali ke klub asalnya,FC Barcelona dan resmi menjadi pemain FC Barcelona setelah proses transfer yang alot antara kubu FC Barcelona dan Arsenal.Ia mengikat kontrak dengan FC Barcelona sampai tahun 2016 dengan klausul buy-out dirinya seharga 200 juta euro.Pertandingan debutnya terjadi ketika ajang Piala Super Spanyol melawan Real Madrid.

Ia dimasukkan menit ke 83 untuk menggantikan Pedro.Gol pertamanya ia cetak saat ajang Piala Joan Gamper sekaligus menghantarkan FC Barcelona menjadi juara setelah mengalahkan SSC Napoli 5-0.Ia juga turut menyumbang satu gol pada pertandingan UEFA Super Cup dan pada pertandingan pekan pertama Liga Spanyol saat FC Barcelona membantai Villarreal CF 5 gol tanpa balas.

Biografi Simon Santoso - Pebulutangkis Asal Indonesia

Atlet Olahraga

Simon Santoso lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada tanggal 29 Juli 1985. Simon merupakan salah satu pemain bulu tangkis Indonesia. Saat ini Simon Santosa, putra dari pasangan Hosea Lim dan Rahel Yanti ini merupakan anggota Thomas Cup Indonesia 2008 dan 2010 dan menjadi pemain tunggal ketiga dalam tim Indonesia.

Simon Santosa dari muda sudah menunjukkan bakatnya didunia yang ia tekuni dengan memenangi banyak gelar sebelum ia memperkuat tim Thomas Cup Indonesia pada tahun 2004 dan 2006. Simon Santoso juga pernah berhadapan dengan Sony Dwi Kuncoro dalam Indonesia Open. Simon juga pernah menjadi pemain tuggal kedua menggantikan Sony Dwi Kuncoro yang ketika itu mengalami cedera tulang punggung.

Biografi Karir Simon Santosa
 
Prestasi Ketika Bermain Tunggal/Sendiri:
  • 2003: Medali Perunggu SEA Games, Finalis Singapore Satellite
  • 2005: Medali Perak SEA Games, Juara Vietnam Satellite, Perempat final DJARUM INDONESIA OPEN.
  • 2006: Perempat final DJARUM INDONESIA OPEN
  • 2007: Finalis Swiss Open Super Series (SS), Semifinal Japan Open SS
  • 2008: Finalis Malaysia Open SS, Runner - up DJARUM INDONESIA SUPER SERIES, Juara Taiwan Open SS
  • 2009: Medali Emas SEA Games, Juara Denmark Open SS, Semifinal Korea Open SS, Semifinal Japan Open SS, Juara Chinese Taipei Grand Prix Gold
  • 2010: Perempat Final LI-NING SINGAPORE OPEN SUPER SERIES, Permpat Final DJARUM INDONESIA OPEN SUPER SERIES, Semi Final Kumpoo Macau Open Badminton Championships, Juara CHINESE TAIPEI GRAND PRIX GOLD
  • 2011: Semifinal Malaysia Open SS, Semifinalis Victor Korea Open Super Series Premier, Semifinalis WILSON Swiss Open Grand Prix Gold, Perempat final YONEX Open Japan
  • 2011: Medali Emas SEA Games, Jakarta
Prestasi Ketika Bermain Beregu:
  • 2003: Medali emas SEA Games
  • 2004: Semifinalis Piala Thomas
  • 2005: Finalis Piala Sudirman
  • 2006: Semifinalis Piala Thomas, Medali Perunggu Asian Games
  • 2007: Finalis Piala Sudirman, Medali Emas SEA Games
  • 2008: Semifinalis Piala Thomas
  • 2009: Semifinalis Piala Sudirman, Medali Emas SEA Games
  • 2010: Finalis Piala Thomas, Medali Perunggu Asian Games
  • 2011: Semifinalis Piala Sudirman

Biografi Chris John - Petinju Asal Indonesia

Yohannes Christian John, atau lebih dikenal sebagai Chris John adalah seorang petinju Indonesia. Ia tercatat sebagai petinju Indonesia kelima yang berhasil meraih gelar juara dunia, setelah Ellyas Pical, Nico Thomas, Ajib Albarado dan Suwito Lagola.  Pada tahun 1988, Chris John  terjun ke dunia tinju profesional, dalam debut melawan Firman Kanda. Saat itu Chris John menang angka dalam pertandingan 6 ronde. 

Masa kecil
Chris John merupakan putra kedua dari empat bersaudara dari pasangan Johan Tjahjadi (alias Tjia Foek Sem) dan Maria Warsini. Ayah Chris John, Johan Tjahjadi yang mantan petinju amatir, melatih Chris John dan adiknya Adrian sejak mereka masih berusia dini, sekitar usia 5 tahun. Setelah bertanding dalam beberapa kejuaraan amatir di Banjarnegara, Chris John kemudian direkrut oleh pelatih tinju kenamaan, Sutan Rambing, di Semarang.

Atlet Olahraga

Awal karier
Chris John kemudian terjun ke dunia tinju profesional pada tahun 1998 dalam debut melawan Firman Kanda. Saat itu Chris John menang angka dalam pertandingan 6 ronde. Namanya kemudian melesat bagai meteor saat dia berhasil mengkanvaskan petinju idola saat itu, Muhammad Alfaridzi, dalam pertandingan menegangkan selama 12 ronde. Chris John sempat terkena knockdown dua kali di ronde pertama, tapi dia berhasil membalikkan situasi dengan memukul KO Alfaridzi pada ronde ke-12, sekaligus merebut gelar juara nasional kelas bulu. Menurut pengakuan Chris John, kondisinya sangat buruk saat itu, dan dia mengalami benturan kepala karena vertigo.

Setelah beberapa kali bertanding dalam perebutan gelar nasional, Chris John berhasil menundukkan rekan senegaranya Soleh Sundava pada tahun 2001 untuk merebut gelar PABA kelas bulu.

Kejuaraan dunia

Meraih gelar juara kelas bulu WBA
Kesempatan emas bagi Chris John dan bangsa Indonesia tiba saat Chris John berkesempatan menantang Oscar Leon dari Kolombia pada 26 September 2003 di Bali. Chris John menang angka tipis (split decision) dalam pertandingan 12 ronde tersebut, dan dinyatakan berhak menyandang gelar juara dunia WBA sementara (interim title).

Tak lama, WBA "menghibahkan" gelar juara definitif (bukan lagi gelar interim) kepada Chris John, saat sang juara bertahan Derrick Gainer dari Amerika Serikat kalah angka dari Juan Manuel Marquez (Meksiko, juara IBF). Saat itu, sesuai peraturan badan tinju WBA, Marquez dinyatakan sebagai juara super (super champion) WBA karena berhasil menyatukan dua gelar WBA dan IBF, dan Chris John sebagai juara reguler.

Menang melawan Osamu Sato di Tokyo, Jepang
Meskipun demikian, gelar WBA definitif tersebut hanya dipandang sebelah mata oleh pers Indonesia, dan Chris John dianggap sebagai juara di atas kertas belaka. Namun semua pandangan miring itu terhapus saat dengan perkasa Chris John mengalahkan lawannya Osamu Sato (Jepang) di Ariake Colliseum, Tokyo, Jepang, pada 4 Juni 2004. Chris John menang angka mutlak atas lawannya yang didukung oleh suporter tuan rumah. Dengan kemenangan itu, selain mendapat pengakuan di Indonesia, Chris John juga menjadi sangat populer di Jepang. Saat turun dari tangga pesawat, seluruh pilot dan awak pesawat Garuda Indonesia memberi hormat ala militer kepada Chris John dan tim.

Seri melawan Jose Cheo Rojas yang pertama
Pada 3 Desember 2004, Chris John berhasil mempertahankan gelar melawan petinju kidal Jose Cheo Rojas (Venezuela) di Tenggarong, Kutai Kartanegara melalui pertarungan berdarah akibat benturan kepala pada ronde 4. Pertarungan itu dihentikan oleh wasit dan dinyatakan hasilnya seri atau technical draw dan Chris John tetap juara. "Peraturan dari WBA sebelum menyelesaikan empat ronde terjadi accident benturan kepala. Dengan demikian, pertandingan ini dinyatakan dengan technical draw dan Chris John tetap juara".

Sayang, setelah pertandingan ini, Chris John terpaksa harus memutuskan kontrak dengan pelatih Sutan Rambing karena ketidaksepakatan masalah pembagian hasil pertandingan. Selanjutnya, Chris John dilatih oleh Craig Christian dari Harry's Gym, Perth Australia. Berbulan-bulan pertikaian Chris John dan Sutan Rambing terus berlanjut dan semakin memanas serta sempat berlanjut ke meja hijau, namun akhirnya masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Menang melawan Derrick Gainer
Pada tanggal 22 April 2005, Chris John wajib meladeni sang mantan jawara kelas bulu WBA, Derrick Gainer dari Amerika Serikat, yang sangat berambisi merampas kembali gelarnya yang hilang, setelah pada tahun 2003 yang lalu, Gainer dikalahkan oleh Juan Manuel Marquez Mendez. Di tengah pesimisme publik tinju di tanah air karena ini adalah debut Chris John setelah ditangani tim pelatih baru, setelah konfilk antara dirinya dengan pelatih lamanya, Sutan Rambing, Chris John mampu tampil luar biasa, dan berhasil mempecundangi sang mantan juara tersebut lewat kemenangan angka mutlak 12 ronde. Walaupun Chris John sempat terjatuh (knockdown) di ronde 1 akibat pukulan Gainer yang cepat, tetapi Chris John bisa memukul jatuh Gainer di ronde kedua dan keempat. Pertandingan ini adalah hasil kerjasama antara TVRI dengan Djarum Super.

Menang melawan Tommy Browne di Australia
7 Agustus 2005, Chris John menang TKO ronde 10 melawan Tommy Browne di Penrith, Australia. Wasit yang memimpin pertandingan tersebut menyarankan kubu Browne agar menyerah, karena melihat pertandingan sudah tidak seimbang. Kubu Browne menerima saran wasit itu, dan Chris John dinyatakan menang TKO ronde 10.

Menang melawan Juan Manuel Marquez Mendez
Setelah kemenangan mudah di Australia, kali ini Chris John harus bertanding melawan mantan raja kelas bulu WBA dan IBF yang sangat ditakuti karena ketajaman pukulannya, yakni Juan Manuel Marquez dari Meksiko. Walau berstatus mantan juara, namun Marquez masih dinyatakan sebagai petinju kelas bulu terkuat saat itu.

Lewat negosiasi yang alot, akhirnya Marquez yang merupakan salah satu petinju terbaik Meksiko (dan dunia) saat itu, bersedia meladeni Chris John di Indonesia. Promotor Muhammad Arsyad memboyong hak pertandingan Chris John vs JM Marquez ke Tenggarong, Kalimantan Timur.

Dalam pertandingan yang sangat menarik dan penuh dengan adu teknik dan skill tingkat tinggi, Chris John akhirnya mampu menundukkan petinju dari Meksiko yang dikenal dengan pukulan kerasnya tersebut dengan kemenangan angka mutlak. Pukulan satu dua Chris John berhasil mendarat lebih cepat dari sergapan buas Marquez. Menjelang pertandingan melawan Marquez ini, Chris John memproklamirkan julukan barunya sebagai "The Dragon" alias "Sang Naga" menggantikan julukan lamanya "The Indonesian Thin Man", karena sebagai pemuda keturunan Tionghoa, Chris John mempercayai bahwa binatang naga selalu membawa keberuntungan dalam hidup.

Kemenangan atas Marquez dinilai sebagai kemenangan terbesar Sang Naga. Tidak hanya karena kekuatan pukulan Marquez yang sangat terkenal, tapi juga prestasi Marquez yang saat itu disebut-sebut sebagai petinju #1 di kelas bulu. Malahan, kendati telah kalah dari Chris John, Marquez naik kelas dan menjadi juara di kelas ringan yunior.

Menang melawan Renan Acosta
Pada 9 September 2006, Chris John berhadapan dengan lawan yang relatif ringan, Renan Acosta dari Panama, di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta. Chris John memenangi hampir di semua ronde, namun dia gagal memukul KO lawannya tersebut, sehingga dia dinyatakan menang angka mutlak dengan penilaian hakim hampir seluruh ronde dimenangi oleh Chris John.
Menang melawan Jose Cheo Rojas yang kedua

Chris John vs. Jose Cheo Rojas II
Pada tanggal 3 Maret 2007 Sang Naga berhasil menuntaskan rasa penasarannya atas satu-satunya lawan yang berhasil menahan seri, yakni Jose Cheo Rojas. Dalam suatu pertandingan yang berlangsung sangat tegang dan heroik, Chris John berhasil menang angka mutlak atas Rojas di Istora Senayan, Jakarta. Sempat terjadi kekisruhan mengenai keterlambatan pembayaran honor dari promotor, namun semua masalah akhirnya bisa diselesaikan dengan baik. Pertandingan ini mengundang perhatian banyak sponsor, yaitu Surya Pro Mild, Kuku Bima Ener-G, serta pasta gigi Formula Aksi Proteksi. Pertandingan ini dimirip-miripkan dengan Iklan Formula Aksi Proteksi versi Pertandingan Tinju Formo vs Pasto yang pernah mengudara pada bulan Juli 2006-Januari 2007.

Kesuksesan iklan tinju ini lalu dimanfaatkan untuk pertandingan balas dendam antara Chris John dengan Jose Rojas. Sampai akhirnya, promotor pertandingan itu, Albert Reinhard Papilaya, malah membuat pertandingan ini dengan memirip-miripkan dengan iklan Formula Aksi Proteksi.

Chris John dapat memukul jatuh Jose Cheo Rojas pada ronde kedua dan ronde keempat, berbagai percobaan untuk dapat menjatuhkan Jose Cheo Rojas sampai ronde ke dua belas selalu gagal. Namun, Chris John akhirnya bisa memenangkan semua ronde. Ketiga hakim sepakat memberikan nilai kepada Chris John lebih tinggi dengan selisih 10 poin dengan Jose Cheo Rojas.

Setelah kemenangan melawan Jose Cheo Rojas ini, pada hari Ahad, 4 Maret 2007, Chris John diarak ke seluruh Indonesia. Reward yang diterima sungguh luar biasa. Sambutan masyarakat juga luar biasa meriah. Inilah yang disebut "balasan setimpal" bagi pendukung kemajuan tinju di Indonesia.

Menang melawan Zaiki Takemoto di Kobe, Jepang
Pada tanggal 19 Agustus 2007, hak siar pertandingan Chris John pindah tayang dari TVRI ke SCTV. Chris John kembali mempertahankan gelarnya. Bertanding di Kobe Fashion Mart, Pulau Rokko, Kobe, Jepang Chris John tidak menemukan kesulitan berarti untuk mengalahkan penantangnya, Zaiki Takemoto dengan TKO di ronde kesepuluh, setelah sebelumnya Takemoto terkena knockdown dua kali, pada ronde 6 dan 8. Kubu Takemoto yang sudah berhitung bahwa Takemoto tidak akan mampu mengalahkan Chris John, akhirnya memutuskan Takemoto menyerah pada saat jeda istirahat menjelang ronde 10 dimulai. Zaiki Takemoto adalah penantang peringkat 8 kelas bulu WBA, yang merupakan petinju keturunan Korea kelahiran Kobe. Tak kurang 300 pendukung dari Indonesia yang terdiri dari para pelajar dan karyawan di Jepang, termasuk Menpora Adhyaksa Dault hadir di arena pertandingan untuk memberikan dukungan moral kepada Chris John.

Sukses mempertahankan gelar untuk kedelapan kalinya dan kali ini di luar negeri, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengundang Chris John ke Istana Negara bersama empat pemain bulu tangkis yang memenangi kejuaraan dunia di Malaysia pada waktu yang hampir bersamaan. Pada kesempatan tersebut, Presiden Yudhoyono memberikan hormat ala militer kepada Chris John sebagai apresiasi pribadi yang tinggi atas keberhasilannya mempertahankan gelar. Presiden juga menyampaikan rasa bangga atas prestasi Chris John.

Menang melawan Roinet Caballero di Jakarta, Indonesia
26 Januari 2008: Pertandingan wajib melawan peringkat 1 Roinet Caballero dari Panama. Pertandingan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Indonesia. Pertandingan dipromotori oleh Zaenal Thayeb bekerjasama dengan tim manajemen Chris John, dan disiarkan langsung oleh RCTI yang direlay langsung oleh TV4 Panama. Pertandingan dimenangkan oleh Chris John dengan TKO di ronde ketujuh. Dengan kemenangan ini, Chris John sudah mempertahankan gelar sebanyak 9 kali, dan 4 di antaranya adalah pertarungan wajib.

Menang melawan Hiroyuki Enoki
Setelah beberapa kali batal mempertahankan gelar melawan Jackson Asiku dari Uganda di Australia dan Indonesia serta Michael Lozada di Meksiko, Chris John akhirnya bertanding mempertahankan gelar kesepuluh kalinya di Tokyo, Jepang, melawan petinju kelahiran Akita, Jepang Utara, Hiroyuki Enoki, 24 Oktober 2008.

Chris John untuk ke-10 kalinya berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu versi WBA. Melawan Hiroyuki Enoki di Korakuen Hall, Tokyo, Jepang, Jumat (24/10), petinju kebanggaan Indonesia itu menang angka setelah melewati pertarungan berdarah sepanjang 12 ronde. Chris John tampil dengan berani, meladeni pertarungan jarak rapat dan saling bertukar pukulan. Akibat pertandingan ini, Chris John menderita luka di bawah mata kiri dan atas mata kanan, sehingga harus menjalani operasi kecil di RS MMC, Jakarta, dan mendapatkan sekitar 70 jahitan. Enoki sendiri mengalami pembengkakan mata kiri sejak ronde 4, dan praktis mata kirinya tertutup oleh bengkak tersebut. Menurut Chris John, Enoki adalah petinju Jepang yang paling kuat dia pernah hadapi, dan dapat disetarakan dengan Juan Manuel Marquez, lawan terberat yang pernah dihadapi Chris John sebelumnya.

Seri melawan Ricardo Rocky Juarez
Dalam pertandingan pada tanggal 28 Februari 2009 di Houston, Texas, Amerika Serikat untuk mempertahankan gelar melawan petinju tuan rumah Ricardo Rocky Juarez, Chris John meraih hasil seri setelah ketiga juri sama-sama memberikan hasil 114-114. Di tengah tekanan pendukung petin ju tuan rumah, Chris John mampu tampil baik, walaupun berakhir seri, sesuai peraturan tinju profesional, Chris John berhak mempertahankan gelar walaupun hasilnya seri.
Menang melawan Ricardo Rocky Juarez
Karena merasa dicurangi atas hasil seri pertandingan pertama di Houston, Texas, asal Juarez, kubu CJ minta pertandingan ulang diadakan di Los Angeles, California. Pihak promotor akhirnya bersedia memindahkan pertarungan ulang ke California, dijadwalkan pada 27 Juni 2009. Pertandingan ini kemudian ditunda, karena 7 hari jelang hari-h, Chris John terserang hypoxemia.

Pada 19 September 2009, tanding ulang Chris John vs Rocky Juarez akhirnya dilangsungkan di MGM Grand, Las Vegas, Nevada, AS. Chris John berhasil menang dengan kemenangan angka mutlak.

Menang Melawan Fernando David Saucedo
Setelah pertandingan ini mundur sampai akhir Juli akibat cedera bahu yang dialami Chris John saat latihan. Pada Minggu, 5 Desember 2010 diadakan pertandingan di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Indonesia. Sebelum pertandingan, Chris John mengatakan ambisinya menaklukan lawan sebelum ronde ke-10. Setelah melewati 12 ronde, Chris John dinyatakan menang secara mutlak, 119-109, 119-109, dan 120-108.

Menang melawan Daud Cino Yordan
Chris John berhasil menjawab keraguan para penggemarnya bahwa stamina dia sudah menurun, dengan menundukkan petinju muda berbakat Indonesia, Daud Cino Yordan asal Kayong, Kalimantan Barat dalam pertandingan di Jakarta International Expo, 17 April 2011. Chris John berhasil mendominasi serta unggul angka secara mutlak atas Daud. Pertandingan ini merupakan kali ke-14 Chris John mempertahankan gelar juara kelas bulu WBA yang diperolehnya sejak tahun 2003.

Menang melawan Stanyslav Merdov
Chris John pada 30 September 2011 ditantang oleh petinju asal Ukraina, Stanyslav Merdov. Buat kedua kalinya Chris John yang banyak melewatkan hari latihan di bumi Australia, bertanding di negara Kanguru tersebut. Sempat terjatuh di ronde kedua, tetapi tidak mendapat hitungan, Merdov akhirnya dikalahkan angka secara mutlak oleh Chris John. Chris John sempat dua kali menjatuhkan Merdov dan Merdov mendapat hitungan. Merdov adalah petinju dengan postur tubuh tertinggi yang pernah dihadapi Chris John.

Menang Angka Mutlak atas Shoji Kimura
Chris John berhasil mempertahankan gelar WBA kelas bulu untuk ke-16 kali di Marina Bay Sands, Singapura pada 5 Mei 2012, setelah menundukkan penantangnya Shoji Kimura asal Yokohama, Jepang dengan angka mutlak selama 12 ronde. Kimura adalah petinju Jepang ke-4 yang menantang Chris John, 3 lawan sebelumnya sudah dikalahkan Chris John dalam pertandingan perebutan gelar yang diadakan di Jepang. Promotor pertandingan ini adalah Raja Sapta Oktohari bersama Dragon Fire Promotions, dan dipentaskan bersama dengan kejuaraan IBO kelas bulu lowong antara Daud Yordan dan Lorenzo Villanueva.

Menang Angka Mutlak atas Cholantarn Piriyapinyo
Chris John mempertahankan gelar WBA kelas bulu dengan menundukkan lawan dari Thailand, Cholantarn Piriyapinyo dalam duel perebutan gelar di Marina Bay Sands, Singapura, 9 September 2012.

Seri Melawan Satoshi Hosono
Dalam pertarungan mempertahankan gelar kelas bulu versi WBA yang ke 18, 14 April 2013 di Indoor Tennis Stadium, Senayan, Jakarta, Chris John membukukan hasil seri technical draw akibat benturan kepala dengan lawannya dari Jepang, Satoshi Hosono. Chris John mengalami luka pendarahan serius di pelipis mata dan dahi sebelah kanan.

Keluarga
Chris John menikah dengan Anna Maria Megawati, mantan atlet wushu, pada tahun 2005, dan telah dikaruniai dua orang putri bernama Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani.

Selain atlet tinju, Chris John juga sempat dikenal sebagai atlet nasional wushu. Keberhasilan Chris di dunia tinju, membawanya ke profesi sampingan, antara lain bintang iklan untuk berbagai produk dan komentator tinju di televisi.

Kutipan
"Orang hanya mengenal saya seperti sekarang ini; sukses, terkenal, dan memiliki banyak uang. Tapi kebanyakan dari mereka tidak tahu bagaimana saya berjuang, sejak kecil digembleng ayah saya berlatih tinju dan saya hampir tidak mempunyai waktu bermain seperti anak sebaya saya."
"Saat debut tinju dalam kejuaraan tinju amatir di Banjarnegara, saya begitu grogi, sehingga saat memukul, saya memejamkan mata sambil memukul, dan rupanya banyak yang kena, sehingga saya dinyatakan menang angka."
"Biarlah orang lain menganggap gelar juara saya sekedar juara di atas kertas (paper champion) dll, tapi saya akan buktikan bahwa saya bukan seorang paper champion."
Profile
Nama Asli
Yohannes Christian John

Tanggal Lahir
14 September 1979

Tempat Lahir
Banjarnegara, Jawa Tengah, INA

Tinggi Badan
169

Kewarganegaraan
Indonesia

Ayah
Johan Tjahjadi

Pekerjaan Ayah
Mantan petinju amatir

Ibu
Maria Warsini

Saudara
Adrian (adik laki-laki)

Suami/Istri
Anna Maria Megawati (mantan atlet wushu, sejak 2005)

Anak-anak
Maria Luna Ferisha (perempuan), Maria Rosa Christiani (perempuan)

Populer Sejak
Menjadi juara nasional "Kelas Bulu" dalam pertandingan nasional melawan Muhammad Alfaridzi (1999) 

Biografi Sir Alex Ferguson - Pelatih Manchester United

Sir Alex menjadi pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris, dengan memimpin tim memenangkan 10 gelar juara liga. Pada 1999, dia menjadi pelatih pertama yang membawa tim Inggris meraih treble dari Liga Utama, Piala FA and Liga Champions UEFA. Dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik dalam sejarah, dia telah memenangkan lebih banyak trofi daripada pelatih manapun sepanjang sejarah sepak bola Inggri.

Sir Alexander Chapman "Alex" Ferguson CBE (lahir di Govan, Glasgow, 31 Desember 1941; umur 71 tahun) adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Skotlandia, yang pernah menangani Manchester United F.C., di mana dia telah bertugas lebih dari 1000 pertandingan. Dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik dalam sejarah, dia telah memenangkan lebih banyak trofi daripada pelatih manapun sepanjang sejarah sepak bola Inggris. Dia telah menangani Manchester United sejak tanggal 6 November 1986 sampai sekarang, menggantikan Ron Atkinson.

Atlet Olahraga

Di Manchester United, Sir Alex menjadi pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris, dengan memimpin tim memenangkan 10 gelar juara liga. Pada 1999, dia menjadi pelatih pertama yang membawa tim Inggris meraih treble dari Liga Utama, Piala FA and Liga Champions UEFA. Juga menjadi satu-satunya pelatih yang memenangkan Piala FA sebanyak 5 kali, Fergie juga menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil memenangkan gelar Liga Inggris sebanyak 3 kali berturut-turut bersama tim yang sama (1998-1999, 1999-2000 and 2000-2001). Pada 2008, dia bergabung bersama Brian Clough (Nottingham Forest) dan Bob Paisley (Liverpool) sebagai pelatih Britania yang pernah memenangkan kejuaraan Eropa sebanyak lebih dari satu kali. Ferguson resmi menyatakan pensiun sebagai pelatih United pada 9 Mei 2013. Posisinya akan digantikan oleh David Moyes terhitung mulai 1 Juli 2013.

Awal karier
Alexander Chapman Ferguson lahir dari pasangan Alexander Beaton Ferguson, seorang buruh pekerja galangan kapal dengan Elizabeth Hardie. Ia menghabiskan masa kecilnya di daerah Govan,Skotlandia bersama adiknya Martin Ferguson.

Karier Klub
Karier sepak bola Ferguson dimulai ketika ia bergabung dengan klub amatir Queens Park pada umur 16 tahun. Berposisi sebagai penyerang ia mencetak 20 gol pada musim debutnya dan pindah pada musim berikutnya ke klub amatir St. Johnstone. Di klub barunya, Ferguson mengejutkan publik dengan mencetak hattrick melawan klub idolanya Glasgow Rangers. Performanya membuat ia dikontrak profesional oleh Dunfermline. Pada musim pertamanya Ferguson berhasil mencapai final Piala Skotlandia melawan Glasgow Celtic akan tetapi kalah 3-2.

Ferguson sendiri tidak tampil dalam final karena penampilan buruknya ketika melawan St. Johnstone pada pertandingan sebelumnya. Musim keduanya bersama Dunfermline, ia berhasil keluar sebagai pencetak gol terbanyak Liga Skotlandia bersama Joe McBride dengan 31 gol. . Prestasi ini akhirnya mengantarkan Ferguson ke klub impiannya sejak kecil, Glasgow Rangers. Masa-masa di Rangers ternyata tidak menyenangkan Ferguson. Ia sering dicadangkan dan berlatih dengan tim junior. Hal ini membuat Fergie tidak betah dan hanya bertahan 2 musim bersama Rangers.

Ia kemudian ditawari pindah oleh klub Inggris, Nottingham Forest. akan tetapi istrinya, Cathie tidak menyetujui kepindahan mereka ke Inggris. Ia lalu memilih untuk pindah ke klub Falkirk. Ferguson dipromosikan sebagai pelatih merangkap pemain. Namun tak lama kemudian jabatannya digantikan oleh John Prentice. Ferguson kemudian memilih untuk pindah ke Ayr United dimana ia bermain disana sampai pensiun sebagai pemain pada 1974. Sebagai pemain Ferguson telah mencetak total 170 gol dalam 317 pertandingan.

Awal karier di Manchester United
Awal kariernya di Old Trafford tidaklah semulus yang ia kira. Saat itu MU terbelit dalam masalah alkohol yang kritis. Beberapa pemain andalan mereka (Norman Whiteside, Paul McGrath dan Bryan Robson), mempunyai hobi menenggak minuman keras dan mempunyai level kebugaran yang "menyedihkan". Ferguson, bersama-sama dengan Archie Knox yang diangkat menjadi asisten manajer saat itu, secara perlahan-lahan mengubah kebiasaan buruk itu dan menanamkan disiplin ketat bagi para pemain, hal yang masih berlaku sampai saat ini di MU. Pertandingan debutnya berakhir dengan kekalahan 2-0 atas klub underdog, Oxford United. Diikuti oleh hasil imbang 0-0 7 hari berikutnya melawan Norwich City.

Kemenangan pertama United dibawah asuhan Fergie hadir pada 22 November 1986 ketika Red Devils mengalahkan Queens Park Rangers 1–0 di Old Trafford. Selain itu Fergie juga berhasil memenangkan pertandingan tandang satu-satunya yang mereka raih musim itu. Yang istimewa, lawan mereka adalah rival abadi United, Liverpool pada Boxing Day, hal yang mana telah dijanjikan oleh Fergie ketika konferensi pers pertamanya sebagai manajer United yaitu "akan menggantikan Liverpool sebagai klub Inggris paling dominan mulai saat ini".

Dalam musim perdananya di United, Fergie membawa MU duduk di peringkat 11, setelah sebelumnya mereka sempat terdampar di peringkat 21. Musim berikutnya Ferguson mendatangkan beberapa pemain baru untuk membela United. Mereka adalah Steve Bruce, Viv Anderson, Brian McClair dan kiper Jim Leighton. Dengan tambahan pemain-pemain baru ia meraih posisi 2 dibelakang Liverpool yang menjadi juara Liga Inggris. Musim 1988/89 Ferguson kembali mendatangkan pemain baru, kali ini Mark Hughes yang kembali bergabung dengan United setelah penampilan mengecewakan selama 2 tahun di FC Barcelona.

United diunggulkan untuk menjadi juara pada musim itu namun penampilan mereka mengecewakan dan akhirnya kembali terdampar di posisi 11 pada klasemen akhir. Pada awal musim, United tampil dalam partai persahabatan melawan tim nasional Bermuda dan Somerset County dimana Fergie turun sebagai salah satu pemain saat laga melawan Somerset. Ini merupakan satu-satunya penampilan Fergie berseragam Setan Merah dalam pertandingan.

Awal Kejayaan
Musim 1989/90, Ferguson kembali mendatangkan pemain baru ; Paul Ince, Mike Phelan, Neil Webb dan bek Gary Pallister. Pada awal musim United berhadapan dengan juara bertahan Arsenal dimana Setan Merah berhasil menang 4-1 namun performa United menurun dan setelah kekalahan memalukan 5-1 dari rival sekota Manchester City, spanduk yang meminta Fergie untuk mundur mulai bermunculan di Old Trafford. Fergie sendiri menggambarkan bulan Desember 1989 adalah "masa-masa tergelap selama kariernya dalam dunia sepak bola" dimana United manjadi salah satu calon klub yang akan mengalami degradasi dari Liga Inggris. Dewan direktur klub tetap mempercayai Fergie sebagai manajer.

Mereka bisa mentoleransi penampilan buruk klub karena beberapa pemain kunci cedera dan mereka juga puas atas peran serta Ferguson yang mengubah sistem pelatihan dan pencarian bakat di United. Kepercayaan dewan direksi klub dijawab Ferguson dengan kemenangan 1–0 pada final replay Piala FA melawan Crystal Palace yang saat itu diperkuat oleh Ian Wright. Raihan trofi ini adalah yang pertama untuk Fergie selama menangani United dan disebut-sebut sebagai trofi penyelamat kariernya di MU. Pada awal musim 1990/91 Fergie mendatangkan kiper asing dari Denmark, Peter Schmeichel untuk mengawal gawang United dan Andrei Kanchelskis untuk mengisi pos sayap kanan. Raihan trofi pertama membuat para fans berharap banyak pada musim berikutnya 1990/91, dimana sekali lagi United menghadirkan performa impresif ketika mengalahkan Arsenal di Highbury, 6-2.

Namun performa yang kurang konsisten membuat United menderita kekalahan dari klub gurem Sunderland, Liverpool juga mengalahkan mereka 4-0 di stadion Anfield diikuti kekalahan dari klub sekota Liverpool, Everton di Old Trafford, 2-0. Kekalahan melawan Everton ini merupakan debut dari sayap kiri muda yang fenomenal, Ryan Giggs di tim utama setelah dipromosikan oleh Fergie dari skuat junior mereka. Performa inkonsisten mereka di Liga Inggris ternyata tidak berpengaruh pada penampilan mereka dalam ajang eropa. United melaju hingga partai final yang mempertemukan mereka dengan FC Barcelona dalam ajang Piala Winners dimana Setan Merah mengalahkan wakil Spanyol itu 2-1.

Sayangya United kembali mengalami kegagalan pada musim berikutnya, walaupun sukses dalam ajang Piala Liga dan Piala Super Eropa, United gagal mempertahankan performa mereka dalam kompetisi domestik. Setelah gagal merekrut Alan Shearer, United mendatangkan penyerang Dion Dublin pada musim panas 1992. Penampilan sayap kiri muda Ryan Giggs semakin impresif setelah Fergie melepas Lee Sharpe, yang berposisi sama dengan Giggs, pada musim 1990/91. Dengan skuat yang ada saat itu, fans United mulai yakin akan performa Setan Merah dalam meraih trofi pertama mereka sejak musim 1966/67.

Setelah performa buruk pada paruh pertama musim (peringkat 10 dari 22 klub), Fergie mendatangkan pemain baru pada Januari 1993, Eric Cantona (yang menjuarai Liga Inggris musim sebelumnya bersama rival United, Leeds United) sebesar £1.2 Juta. Penampilan Cantona bersama Mark Hughes di lini depan dan mental juaranya yang kental, langsung berimbas pada performa United secara keseluruhan yang langsung melejit memuncaki daftar klasemen dengan keunggulan 10 poin dari peringkat 2 Aston Villa dan akhirnya menjadi juara Liga Premier Inggris yang pertama kalinya.

Ini juga trofi Liga Inggris yang ke 8 sepanjang sejarah klub dan menjadi trofi Liga pertama untuk Fergie sejak ia datang sebagai manajer United pada 1986. Musim 1993/94 Ferguson memperkuat skuat United dengan mendatangkan gelandang emosional, Roy Keane dari Nottingham Forest sebesar £3.75 juta sebagai calon pengganti kapten United saat itu, Bryan Robson yang mulai memasuki masa pensiun. United langsung memimpin klasemen liga dari awal musim sampai akhir musim 1993/94. Cantona menjadi pencetak gol terbanyak dengan 25 gol. (Walaupun 2 kali terkena kartu merah dalam jangka waktu 5 hari). Fergie juga memimpin United tampil dalam final ajang Piala FA dengan mengalahkan Chelsea 4-0. Ini merupakan gelar double pertama di United setelah dulu pernah mencapai prestasi serupa di Aberdeen.

Skuat angkatan 1992
Musim 1994/95 merupakan ujian berat bagi Fergie, karena Cantona harus absen selama 8 bulan karena menendang seorang suporter Crystal Palace di Selhurst Park, kandang Palace. Selain larangan tampil selama 8 bulan, Cantona juga mendekam di penjara selama 12 hari dan harus menjalankan tugas sosial selama 120 jam. Untuk mengisi posisi Cantona, maka United mentransfer Andy Cole dari Newcastle United sebesar £7 juta plus Keith Gillespie untuk Newcastle. Selain itu musim ini juga menjadi musim debut para pemain muda dari skuat 1992 yang menjuarai Piala FA Junior : Paul Scholes, Gary Neville, Nicky Butt dan David Beckham setelah sebelumnya Ryan Giggs (yang berpromosi dari skuat 92) telah mendapat tempat reguler dalam tim inti United.

Namun United gagal mempertahankan gelar juara setelah imbang 1-1 melawan West Ham United pada pertandingan terakhir musim itu. Fergie juga gagal dalam final Piala FA dari Everton 1–0. Musim berikutnya (1995/96) Fergie mengejutkan para fans dengan melepas beberapa pemain inti United. Paul Ince di transfer ke Inter Milan sebesar £7.5 juta, diikuti oleh Mark Hughes yang dilepas ke Chelsea sebesar £1.5 juta dan terakhir Andrei Kanchelskis ke Everton. Pertandingan pertama United membuat dugaan media dan fans mereka seperti terbukti, kalah oleh Aston Villa 3-1, United dicap "tidak akan memenangkan apapun dengan skuat belia". Para pemain belia itu menunjukkan bukti sebaliknya dengan memenangkan 5 pertandingan berturut-turut, termasuk membalaskan dendam kepada Everton, 3-2 setelah gagal dalam final Piala FA dan menang 2-1 atas juara bertahan yang terpuruk di dasar klasemen, Blackburn Rovers.

Pada Desember 1995, kembalinya Cantona memperbaiki performa United di liga, dimana mereka tertinggal 10 poin dari kandidat juara, Newcastle United. Sampai pada Januari 1996 jarak poin itu pun mengecil dengan hanya selisih 1 poin saja setelah Setan Merah menang pada pertandingan tandang 1–0 melawan sesama kandidat juara, Newcastle. Pada akhir musim pasukan belia United sukses meraih gelar juara Liga Inggris setelah menuntaskan perlawan Middlesbrough yang dimanajeri mantan kapten United, Bryan Robson 3-0. Fergie juga meraih gelar Piala FA mengalahkan Liverpool 1–0, lewat gol Cantona.

Musim 1996/97 Fergie mendatangkan seorang penyerang belia dari Norwegia, Ole Gunnar Solskjaer yang akhirnya secara mengejutkan menjadi top skorer klub pada akhir musim serta seorang bek bernama Ronny Johnsen. Awal musim dimulai lewat penampilan impresif gelandang kanan dari United, David Beckham, yang memakai kostum no. 10 milik Mark Hughes, lewat gol dari tengah lapangan melawan Wimbledon. United menang 2-0. Setan Merah kembali berhasil meraih gelar juara Liga Premier Inggris ke 4 mereka dalam 5 musim, menegaskan dominasi United dalam ajang Liga Premier Inggris.

Dalam pertandingan di kancah Liga Champion mereka berhasil mencapai semfinal sebelum dikalahkan oleh wakil Jerman, Borussia Dortmund yang akhirnya menjadi juara pada musim itu. Pada akhir musim ini, Eric Cantona, kapten United saat itu, mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemain dengan alasan sudah kehilangan motivasi dan gairah dalam bermain sepak bola. Jabatan sebagai kapten United saat itu dialihkan kepada gelandang emosional, Roy Keane sementara kiper Peter Schmeichel sebagai wakil kapten. Nomor kostum 7 milik Cantona diserahkan kepada David Beckham yang saat itu mulai menanjak performa dan popularitasnya bersama United.
 
Published by Yuli Alianis
Copyright © 2014 Touch Effectt All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger
Reference biography by Wikipedia